2.4.18

Teruntuk Bintang Lebahku

Untuk Sang Bintang Lebahku,

Aku menyukaimu
awalnya aku pikir begitu


Sama seperti para gadis
di ujung sana

Aku mungkin terbuai akan pesonamu
sebagai seorang bintang


Namun,
sinarnya mengalahkan
pesona para bintang
di langit sana.

Aku pikir,
aku begitu menyukai dirimu


Saat kau muncul pertama kali,
bertemu dengan
sepasang bola mata ini,
senyumku tiba-tiba terukir


Aku berpikir,
bagaimana bisa 
diriku dengan mudah
tersenyum padamu?


Wahai bintang,
padahal ini kali pertama 
aku mengetahui keberadaanmu
di dunia ini


Tapi,
kali pertama itu juga
kau datang

Menghangatkan hatiku yang dingin,
mengeringkan hatiku
yang masih basah karena luka
dari tajamnya lidah orang 
yang dulu ku cinta


Sehingga,
kau seakan mengajarkanku
untuk melihat


Bahwa diriku
adalah orang spesial
yang pantas pergi
dari masa menyakitkan itu


Aku pikir aku menyukaimu

Perjumpaan kita yang pertama 
memang membingungkan
dan sering kupertanyakan,
mengapa semua gadis
begitu menyukaimu,
wahai bintang?


Namun entah Tuhan ada maksud,
saat aku mempertanyakan itu,
saat itu juga rasa itu hadir


Aku pikir aku menyukaimu



Ku sudah berusaha
untuk menyukaimu,
wahai bintangku

Aku ingin menyukaimu 
sama seperti para gadis itu


Tapi kembali lagi,
karena Tuhan
punya maksudnya sendiri


Aku penasaran,
apa alasannya?


Karena yang kurasakan padamu
bukanlah seperti aku menyukaimu

Tidak, bukan begitu, bukan seperti itu


Karena semakin hari,
rasa ini semakin asing

Ada rindu yang beruap-uap 
meletup di dalam hati ini

Perasaanku tersengat
menampik kenyataan
bahwa kau memang seorang bintang

Dan aku hanya berhalusinasi
jika diriku berada di dekatmu

Kau adalah
fiksi dan fantasi tingkat tinggi
dalam kehidupanku


Walau begitu,
dengan lugunya
aku masih tetap
mempertahankannya


Seolah suatu hari
kau akan datang dalam hidupku


Membuktikan bahwa
kau bukanlah seperti
apa yang mereka kata
terhadap apa
yang ku rasakan
untukmu

Aku pikir aku menyukaimu
namun sesekali air mata ini mengalir
karena merasakan rindu akan dirimu


Aku pikir kamu tidak hanya
seorang bintang
tetapi juga seekor lebah bagiku

Karena bintang
hanyalah memancarkan keindahan
Tidak ada rasa sakit yang diberikan
apabila seseorang tertarik terhadapnya


Tapi kamu adalah lebah 
tiba-tiba kamu datang
tak sengaja ku disengat
dan berani tertarik padamu

Aku pikir aku menyukaimu
namun sekarang aku menyadari
bahwa aku menyayangimu
sepenuh hatiku


Aku ingin pergi
rasa ini begitu menyakitkan
begitu kosong
begitu fiksi
dan
begitu melelahkan

Tapi mau pergi kemana?
Karena ku coba bertolak
tapi tetap saja
hati ini menginginkanmu


Seolah ku merasa 
kamu lah yang ku percaya 
tuk labuhkan hati ini


Lelah
sungguh

Tapi sampai saat ini 
hanya kamu,
lebahku
Entah sampai mana
Tuhan memberikan batas
akan perasaan ini

Tapi sampai detik ini
benar-benar hanya kau


Tuhan benar-benar penuh rahasia

Dia yang tahu
akan dibawa kemana rasa
yang ada dalam hati ini


Aku berharap
Ia dengan baik hati
mau mengantarkan 
dan membalaskan perasaanku
padamu

Tetap saja Tuhan penuh rahasia
Hanya Ia dan waktu
yang akan menentukan
bagaimana akhir dari jalan cinta
yang akan kita tempuh


Aku pikir hanya aku
yang tahu akan rasa ini
namun Tuhan lebih tahu
bahkan 
jauh sebelum aku

Sehingga
setiap waktu
aku hanya mampu
berbisik pada-Nya
menyampaikan rasa ini padamu


Jika Tuhan mau
Ia akan membiarkanmu
merasakan perasaan ini
terhadap ku
sama seperti
apa yang aku rasakan padamu

Saat ini
aku ingin jujur
pada Tuhan
pada semesta
dan
pada dirimu


Aku menyayangimu
sangat menyayangimu
sepenuh hatiku

1 comment:

  1. Coba aja kalo si lebah itu nonfiksi wkwk

    Keren!

    Semangat!

    ReplyDelete