Untuk Sang Bintang Lebahku,
awalnya aku pikir begitu
Sama seperti para gadis
di ujung sana
Aku mungkin terbuai akan pesonamu
sebagai seorang bintang
Namun,
sinarnya mengalahkan
pesona para bintang
di langit sana.
Aku pikir,
aku begitu menyukai dirimu
Saat kau muncul pertama kali,
bertemu dengan
sepasang bola mata ini,
senyumku tiba-tiba terukir
Aku berpikir,
bagaimana bisa
diriku dengan mudah
tersenyum padamu?
Wahai bintang,
padahal ini kali pertama
aku mengetahui keberadaanmu
di dunia ini
Tapi,
kali pertama itu juga
kau datang
Menghangatkan hatiku yang dingin,
mengeringkan hatiku
yang masih basah karena luka
dari tajamnya lidah orang
yang dulu ku cinta
Sehingga,
kau seakan mengajarkanku
untuk melihat
Bahwa diriku
adalah orang spesial
yang pantas pergi
dari masa menyakitkan itu
Aku pikir aku menyukaimu
Perjumpaan kita yang pertama
memang membingungkan
dan sering kupertanyakan,
mengapa semua gadis
begitu menyukaimu,
wahai bintang?
Namun entah Tuhan ada maksud,
saat aku mempertanyakan itu,
saat itu juga rasa itu hadir
Aku pikir aku menyukaimu
Ku sudah berusaha
untuk menyukaimu,
wahai bintangku
Aku ingin menyukaimu
sama seperti para gadis itu
Tapi kembali lagi,
karena Tuhan
punya maksudnya sendiri
Aku penasaran,
apa alasannya?
Karena yang kurasakan padamu
bukanlah seperti aku menyukaimu
Tidak, bukan begitu, bukan seperti itu
Karena semakin hari,
rasa ini semakin asing
Ada rindu yang beruap-uap
meletup di dalam hati ini
Perasaanku tersengat
menampik kenyataan
bahwa kau memang seorang bintang
Dan aku hanya berhalusinasi
jika diriku berada di dekatmu
Kau adalah
fiksi dan fantasi tingkat tinggi
dalam kehidupanku
Walau begitu,
dengan lugunya
aku masih tetap
mempertahankannya
kau akan datang dalam hidupku
Membuktikan bahwa
kau bukanlah seperti
apa yang mereka kata
terhadap apa
yang ku rasakan
untukmu
yang ku rasakan
untukmu
Aku pikir aku menyukaimu
namun sesekali air mata ini mengalir
karena merasakan rindu akan dirimu
Aku pikir kamu tidak hanya
seorang bintang
tetapi juga seekor lebah bagiku
Karena bintang
hanyalah memancarkan keindahan
Tidak ada rasa sakit yang diberikan
apabila seseorang tertarik terhadapnya
Tapi kamu adalah lebah
tiba-tiba kamu datang
tak sengaja ku disengat
dan berani tertarik padamu
namun sekarang aku menyadari
bahwa aku menyayangimu
sepenuh hatiku
Aku ingin pergi
rasa ini begitu menyakitkan
begitu kosong
begitu fiksi
dan
begitu melelahkan
Karena ku coba bertolak
tapi tetap saja
hati ini menginginkanmu
Seolah ku merasa
kamu lah yang ku percaya
tuk labuhkan hati ini
Lelah
sungguh
Tapi sampai saat ini
hanya kamu,
lebahku
Entah sampai mana
Tuhan memberikan batas
akan perasaan ini
benar-benar hanya kau
Tuhan benar-benar penuh rahasia
akan dibawa kemana rasa
yang ada dalam hati ini
Aku berharap
Ia dengan baik hati
mau mengantarkan
dan membalaskan perasaanku
padamu
Hanya Ia dan waktu
yang akan menentukan
bagaimana akhir dari jalan cinta
yang akan kita tempuh
Aku pikir hanya aku
yang tahu akan rasa ini
namun Tuhan lebih tahu
bahkan
jauh sebelum aku
setiap waktu
aku hanya mampu
berbisik pada-Nya
menyampaikan rasa ini padamu
Jika Tuhan mau
Ia akan membiarkanmu
merasakan perasaan ini
terhadap ku
sama seperti
apa yang aku rasakan padamu
aku ingin jujur
pada Tuhan
pada semesta
dan
pada dirimu
Aku menyayangimu
sangat menyayangimu
sepenuh hatiku